Home Muslimah Aku Hanya Ingin Kau Puji Setelah Aku Halal Bagimu, Jadi Stop Merayuku...

Aku Hanya Ingin Kau Puji Setelah Aku Halal Bagimu, Jadi Stop Merayuku karena yang Kutunggu Pinanganmu

191
0
SHARE

Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Allah yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu wajar berharap pula akan kehadiran seorang ikhwan dalam hidupnya.

Dan saat menanti adalah ujian berat bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar atau yang mungkin telah mekar sekian lama, seringkali ia terlena dengan tawaran manis si kumbang yang datang mempesonanya.

Sayang, kebanyakan kumbang-kumbang itu sekedar ingin menggoda saja. Malah ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. Naudzubillah! Begitulah fakta di masa kini.

Realita fitnah syahwat yang terjadi di mana-mana hingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah hendaknya pandai-pandai menjaga diri dan selalu berhati-hati, jangan sampai tertipu. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam penantian?

Memperbanyak amal ibadah

Seorang muslimah dalam masa penantian hendaknya semakin mendekatkan diri kepada Allah. Pendekatan diri kepada Allah dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah. Karena ia bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan.

Doa dan tawakal

Rezeki, maut, termasuk jodoh manusia sudah diatur oleh Allah, dan Dia Maha Mengetahui yang terbaik bagi hambaNya, yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakal kepadaNya.

Hanya kepada Allah kita berserah diri dan mohon pertolongan. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang shalih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan bagi kita di dunia dan akhirat.

Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hambaNya? Karena itu jangan pernah berburuk sangka terhadap Allah.

Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu

Bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumah tanggaan. Lalu, bekali diri dengan keterampilan berumah tangga. Seorang suami tentu saja akan senang bila istrinya terampil dan cekatan.

Terakhir, persiapkan diri menjadi istri shalihah dan sebaik-baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan, persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.

Wahai para pemuda,

Ketahuilah sesungguhnya telah banyak wanita muslimah yang siap untuk dinikah. Mereka tidak lagi menunggu rayuanmu, Namun mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri?

Ayolah, jangan ikhlaskan wanita-wanita shalihah itu dinikahkan dengan laki-laki yang tak baik agamanya. Ingat bahwa Allah akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertaqwa kepada Allah. [Majalah Nikah]

___

Jangan engkau puja puji aku bila pujianmu hanyalah janji-janji yang tak menentu. Hanya membuatku terlena dan terbuai hingga aku lupa bahwa kita sedang bermaksiat. Kau puji diriku, tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai rayuanmu.

Tidak.. tidak! aku ingin kau puji setelah kau halal bagiku.

Tak akan aku langgar iffahku dengan ajakan khalwat darimu. Engkaupun sebenarnya tahu, hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat aku tak berdaya karena pihak ketiga yang tak lain syaitan yang ada di dekatku.

Jagalah sikapmu padaku, maka akan kujaga sikapku padamu, aku lemah akan sanjunganmu. Kecintaan ini inginku persembahkan kelak untuk suami, cinta kasih ini yang akan kutuai untuk mencari keridhoan suami kelak.

Jadi bagaimana mungkin ku mencinta pada hal yang tidak halal bagiku, tentu Allah tak akan pernah ridho pada ku.

Jilbabku untuk melindungi kehormatanku, santunku untuk menjaga iffahku. Jangan kau lenakan aku agar kulepaskan kehormatan di hadapanmu sebelum engkau halal bagiku.

Sungguh ku ingin engkau pun ikut menjaga kehormatanku dengan menjagaku, bukan malah membawa pada kenistaan. Agar kau mampu menjagaku secara utuh,

Aku memang tak sesempurna Aisyah dalam kecerdasannya ataupun Khadijah dengan kelembutannya. Tapi aku akan berusaha cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan aku akan berusaha selembut Khadijah dalam menenangkanmu

Maka datangilah waliku… ku tunggu pinanganmu …

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here