Home Kisah Nyata Antar Pulang Istri Veteran, Pria ini Bagikan Kisah yang Begitu Menyentuh, ya...

Antar Pulang Istri Veteran, Pria ini Bagikan Kisah yang Begitu Menyentuh, ya Allah

140
0
SHARE

Banyak cara untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayang kepada orang terkasih, tidak terkecuali para istri para Pahlawan Kemerdekaan RI.

Namun cerita dari seorang ibu tua atau lebih tepatnya seorang nenek yang mengaku ingin cepat-cepat menyusul suaminya pulang ini, bikin merinding dan terharu.

Bagaiman sang ibu (istri seorang vetaran) ini sudah puluhan tahun ini, selalu menunggu angkot di dekat BKB, di setiap moment hari Pahlawan. Matanya nanar menunggu angkot yang lewat kalau-kalau melewati jalan rumahnya yang kini menjadi tempat dia dan sang suami, atau lebih tepatnya suaminya.

Lebih heran lagi, di rumahnya itu, hanya ada suaminya, kok ada kata-kata rumah yang ditempati sang suami? bukannya itu rumahnya juga? Dan yang membuat anda lebih heran lagi, bahkan mungkin sempat merasa merinding jika tahu, rumah yang dikunjunginya itu?

Ya rumah peristirahatan terakhir di Taman Bukit Seguntang Palembang.

Bagaimana ceritanya, mari kita simak kisah dan cerita dari salah seorang fotografer andalan asal Sumsel Isra Triansyah yang ditulis secara lengkap di akun Faceboonya.

Cerita ini kemudian banyak dibagikan dan menadi viral, terlebih lagi dia memposting foto sang ibu yang mengenakan pakai orange khas veteran, tubuhnya tuanya yang kurus itu nampak ringkih, tetapi masih berdiri tegak lurus, dia masih gagah meski sudah renta.

Dia masih kuat berjalan dan bepergian meski sudah tidak banyak lagi lansia di usianya bisa berjalan sejauh itu. Sebut saja nenek ini dengan panggilan Ahyad, merujuk nama suami sang veteran berpangkat Peltu.

Ahh, sudah terlalu panjang, yuk kita ikuti cerita rekan kita ini yang menulis dengan metode tanya jawab:

“Tepatnya 10 November 2009 silam, usai Peringatan Hari Pahlawan di Benteng Kuto Besak Palembang Usai liputan saya hendak balik ke kantor melintas di depan Kantor Walikota Palembang. Saya menghampiri sosok veteran tua yg tengah kebingungan karena berusaha menghentikan angkot yang mana, sudah sekian lama tidak ada yang mau diberhentikan..” ujar Isra memulai cerita dan dialognya bersama sang ibu.

Saya (Isra): ibu nak kemano (kemana)?

Ibu (Nenek Achyad) : Nak balek nak, kangen smo Bapak..(mau pulang nak kangen sama Bapak)

Sedikit kaget, Israh kalah itu hanya menggumam dalam hati.
“Dalam hati saya pasti sang suami sangatlah romantis bisa membuat istrinya kangen pengen cepat pulang ke rumah,” ujarnya.

Isra bertanya lagi?

Saya (Isra) : rumah ibu dimano (dimana)?
Ibu(Nenek Achyad) : Siguntang dek (maksudnya Bukit Siguntang Taman Makan Pahlawan)

Saya (Isra) : aku anter bae bu yeh? kebetulan aku balek lewat arah sano jugo. (saya antar ya bu, kebetulan saya pulang lewat arah sana juga)

(Nenek Achyad) seperti tidak percaya, tetapi kemudian menjawab: Dak ngerepotke apo? (apakah tidak merepotkan?)

Saya (Isra): idaklah bu, sekalian lewat..(Tidaklah bu sekalian lewat)

Isra kemudian membonceng si nenek di belakang, perjalanan dari BKB Palembang menuju Taman Siguntang sekitar 25 menit lebih kurang.

“Selama perjalanan diam membisu….” ujar Isra.

“Saat saya mau masuk ke gang yang berada di sebelah Taman Makam Pahlawan Ksatria Ksetra Siguntang tiba-tiba si Ibu minta stop (berhenti)..” ujar Isra

Ibu (Nenek Achyad): Dek, ibu turun disini bae..(dek ibu turun di sini saja)

Saya (Isra) : nah jauh bu kalo bejalan masuk kedalem..(Nah, masih jauh bu perumahan dari tempat ini harus jalan ke dalam)

Ibu(Nenek Achyad) : Biarlah ibu nak (mau) ketemu bapak dulu nak..

Saya (Isra): memang bapak tinggal dimano (dimana) sekarang bu (bingung)?

Ibu (Nenek Achyad) : itu didalam (menunjukkan jari ke arah komplek TMP..)

Saya(Isra) : ooh suami ibu tinggal disano (disana) yeh..(mungkin penjaga TMP pikirku)..

Ibu (Nenek Achyad): mokasih yo nak (terimakasih ya nak)

Saya(Isra) : samo2 bu.. (sama-sama bu)

“Si ibu kemudian berjalan menuju TMP.. Saya pun penasaran melihat dari kejauhan ingin melihat sosok sang suami yang bisa membuat sang Ibu merasa kangen..”

“Sayapun terkejut saat beliau melewati pos yang saya kira itu adalah tempat kerja sang suami..ternyata beliau langsung  menuju area pemakaman dan berhenti di sebuah makam yang bertuliskan nama seorang prajurit di batu nisan..Peltu Achyad nama yang tertulis di sana..”

“Beliau pun menengadahkan kedua tangan sembari berdoa diiringi tetesan air mata yang jatuh ke tanah pemakaman…”

“Selamat Hari Pahlawan untuk suami Ibu dan seluruh Pahlawan terdahulu..”

“Setelah tahun-tahun berikutnya saya tidak pernah melihat beliau lagi di acara Peringatan Hari Pahlawan di BKB.”

Ya tuhan si Ibu sudah pulang dengan tenang, dia sudah menyusul sang suami, orang yang paling dia cintai dan dirindukan. Semoga tenang di sana Bu Pak. Aamiin.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here