Home Kisah Nyata Astaghfirullah, Azab Pedih: Pria ini Lepas Kain Ihram Saat Haji, Lalu Dijadikan...

Astaghfirullah, Azab Pedih: Pria ini Lepas Kain Ihram Saat Haji, Lalu Dijadikan Alas Kaki

187
0
SHARE

Kisah ini diceritakan oleh seorang pria yang bertugas mengawasi peziarah selama musim haji.

Berikut Kisahnya bisa disimak dibawah ini yang dilansir dari KMonline:

Cerita yang akan saya ceritakan agak aneh, cerita tentang seorang peziarah bernama Mansor (bukan nama sebenarnya) berusia 30-an yang seumuran saya. Mansor bekerja di Brunei dan membayar gaji yang besar. Kejadian ini terjadi ketika saya mutawif untuk membawa umrah peziarah ke Tanah Suci pada tahun 1992. Saat itu saya bertugas di umrah dan haji di Brunei.

Pelayanan umrah di bulan Desember dalam cuaca dingin dan kami berada di Tanah Suci selama sembilan hari. Sementara di Mekah cara Mansor berjalan memasuki kawasan Masjidil Haram agak aneh. Mengapa saya bilang itu aneh karena Mansor macet. Lucu saat melihat situasi Mansor. Saat telapak kakinya sampai di lantai, dia cepat terangkat.

Bayangkan Mansor lewat saat sedang berjalan di atas kaca atau duri. Takut, Mansor ingin menginjak lantai marmer Masjidil Haram. Terkadang saya melihat setelah Mansor berjalan beberapa situs dan kemudian berhenti menggosok telapaknya. Cara lain Mansor berjalan. Kurasa kaki Mansor terasa sakit. Saya malas bertanya lebih jauh.

Saya membiarkan Mansor berjalan sendiri karena saya memiliki banyak pekerjaan untuk dikelola, karena ada jemaat yang lebih tua yang membutuhkan perhatian. Saat tiba di hadapan Kaabah, saya melihat perilaku aneh Mansor. Cara Mansor berjalan masih menimbulkan pertanyaan.

Tiba-tiba, saya melihat Mansor membuka kain ihram yang dia kenakan, lalu diletakkan di lantai. Setelah itu, Mansor melangkah satu langkah demi langkah di kain ihram. Saya melihat kain ihram dijadikannya alas kaki. Setiap kali dia ingin menggerakkan jalan setapak di depan, itulah cara Mansor melakukannya.

Aku tercengang sekaligus heran Mengapa Mansor melakukannya seperti anak laki-laki bermain. Cuacanya saat itu memang sejuk, bila diibaratkan saat berjalan di lantainya terasa amat nyaman Tapi dinginnya tidak terlalu terasa. Saya dan peziarah lainnya tidak tidak merasa tidak nyaman. Ketika saya datang untuk tawaf, sekali lagi saya melihat tindakan aneh Mansor.

Kali ini bukan seperti sedang bermain tapi Mansor asyik berlari cepat. Aku tertawa. tadi tawaf berjalan pelan sekarang berlari. Setelah beberapa meter jauhnya, Mansor berhenti. Sambil berhenti saya melihat tindakan Mansor yang aneh. Tiba-tiba kain ihram dilemparkan ke lantai. Setelah itu, dia menginjak-injak seperti alas kaki.

Setelah ihram kain, dia mengusap kedua sisi telapaknya. Itulah yang dilakukan Mansor sampai dia meninggalkan Tawaf. Aku menggelengkan kepala. Aku bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi pada Mansor? Saya menduga ada yang salah dengan Mansor. Jika tidak, masak kelakuannnya sangat aneh. Lalu aku melakukannya dan bertanya apa masalahnya.

Saya juga bertanya-tanya mengapa berjalan di dalam karung ihram yang kaku dan berduri? Saya mengatakan kepada Mansor, sebagai orang yang bertanggung jawab untuk membawa jemaah saya pantas untuk mengetahui apa yang terjadi padanya. Kukatakan pada Mansor, jika ada masalah segera memberitahu jangan diam saja.

Setelah ditekan, Mansor memberitahuku. Mansor mengatakan setiap saat langkahnya menginjak lantai Masjidil Haram, dia merasa sangat panas. “Saat telapak kakiku aku merasa seperti berjalan di atas bara api. Ini menyakitkan, panas, sakit! “Kata Mansor.

Saya terkejut. Eh, itu tidak akan terasa Mansor. Bila memungkinkan dalam cuaca yang sejuk ini, lantai Masjidil Haram bisa menjadi panas. Bagaimanapun, saya dan jemaah lain tidak merasa seperti itu.

“Itu benar. Demi Allah, saya tidak tahan dengan lantai Masjidil Haram. saya membuka kain ihram untuk alas kaki. Panasnya seperti api di bawah lantai. Rasanya terbakar habis!” Kata Mansor serius.

Aku merenung sejenak. Kejadian ini aneh. Setibanya di hotel, saya menyelidiki apa yang dia lakukan sebelum pergi ke Mekkah. Akhirnya saya mengeri tindakan yang aneh saat berada Tanah Suci, Mansor berlibur di disko dan pub dengan sangat puas. Setelah kembali ke Mekah dia tidak akan menginjak kejahatan lagi.

Sudah beberapa kali saya mendengar pengakuan dari Mansur tentang dirinya di Mekah. Haruskah aku melihat perilakunya itu aneh. Saat lantai Masjid Suci, rasanya seperti membakar api. Bagaimanapun, sebelum Mekkah sampai lakukan keburukan dan kejahatan. Tepat sebelum pergi ke Mekah, Mansor mengisi waktu dengan beribadah dan mempersiapkan pengetahuan agama. Dan apa yang mungkin terjadi adalah jawaban Tuhan yang paling tidak telah membuat Mansor Sadar.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here