Home Peristiwa Bahaya Tidur dengan Kipas Angin, Seperti Pria ini … Innalillahi

Bahaya Tidur dengan Kipas Angin, Seperti Pria ini … Innalillahi

399
0
SHARE

Anda pastinya sering menggunakan kipas angin saat merasa kepanasan ataupun saat ingin tidur. Biasanya kipas angin digunakan untuk mendinginkan suasana yang terasa panas. Namun, percayakah Anda jika kipas angin pun mampu mengantarkan kita ke kematian.

Dikutip dari odditycentral.com, seorang pria Thailand berusia 44 tahun dilaporkan meninggal karena hipotermia setelah tidur di lantai yang dingin dengan tiga kipas angin listrik yang mengipasinya sepanjang malam.

Pria ini bernama Sobthawee Boonkua, dari Tambon Nai Muang, di provinsi Chaiyaphum Thailand. Ia telah merawat ibunya yang berusia 86 tahun, di rumah seorang kerabat, dan memutuskan untuk bermalam.

Khawatir bahwa dia tidak akan bisa tidur nyenyak karena panas di ruangan yang panas, ia lantas memutuskan untuk tidur di lantai dan menghidupkan tiga buah kipas angin untuk menemani tidurnya. Sayangnya, dia tidak memperhitungkan penurunan suhu yang drastis di Chaiyaphum pada malam hari.

Nahasnya, badannya pun terasa dingin dan Sobthawee ditemukan Jumat lalu, oleh seorang kerabat yang segera menghubungi ambulans dan polisi.

Letnan Kolonel Thanasit Apiboonworaset dari polisi Muang Chaiyaphum tiba di tempat kejadian pada pukul 8:30 pagi, bersama seorang kolonel.

Setelah memeriksa tubuh dan menginterogasi anggota keluarganya, pemeriksa medis tersebut menyimpulkan bahwa pria tersebut telah meninggal karena hipotermia, karena tubuhnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan perbedaan suhu yang tiba-tiba.

Saudara laki-lakinya, Saravuth Boonkua, mengatakan kepada polisi bahwa, sepengetahuannya, Sobthawee dalam kondisi fisik yang baik dan tidak menderita kondisi medis yang serius.

Apa Itu Hipotermia?

Di dalam WikipediA, disebutkan Hipotermia adalah suatu kondisi di mana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Gejala hipotermia ringan adalah penderita berbicara melantur, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah,tekanan darah menurun, dan terjadi kontraksi otot sebagai usaha tubuh untuk menghasilkan panas. Pada penderita hipotermia moderat, detak jantung dan respirasi melemah hingga mencapai hanya 3-4 kali bernapas dalam satu menit. Pada penderita hipotermia parah, pasien tidak sadar diri, badan menjadi sangat kaku, pupil mengalami dilatasi, terjadi hipotensi akut, dan pernapasan sangat lambat hingga tidak kentara (kelihatan).

Hipotermi terjadi bila terjadi penurunan suhu inti tubuh di bawah 35 °C (95 °F). Pada suhu ini, mekanisme kompensasi fisiologis tubuh gagal untuk menjaga panas tubuh.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here