Home Berita Dapat Perlakuan Keji dan 14 Anggota Keluarganya Tewas Terbunuh, Wanita ini Berjuang...

Dapat Perlakuan Keji dan 14 Anggota Keluarganya Tewas Terbunuh, Wanita ini Berjuang 15 Tahun Menuntut Keadilan, ya Allah

126
0
SHARE

Gadis yang sosoknya anda lihat di foto bagian atas ini adalah gadis yang beberapa waktu lalu berjuang menuntut keadilan atas peristiwa keji yang menimpanya.

Dikutip dari Mirror, gadis ini ternyata sempat mengalami hal yang sangat mengerikan dan tak pernah ia duga sebelumnya.

Saat itu, gadis malang ini dalam kondisi hamil dan menjadi korban pemerkosaan beramai-ramai oleh sekelompok pria tak berprikemanusiaan.

Bahkan, saat terbangun setelah mengalami kejadian tersebut, wanita ini menemukan fakta menyayat hati jika 14 orang anggota keluarganya sudah tewas terbunuh.

Sejak kejadian tersebut, wanita ini terus berusaha mencari keadilan dan berharap agar para pelaku diseret dan diadili di depan hukum.

Perjuangannya ini ternyata sudah berjalan selama hampir 15 tahun lebih. Gadis bernama asli Bilkis Bano ini menceritakan kalau pada 2002, dirinya masih berusia 19 tahun.

Saat itu, dirinya diserang, diperkosa, dan dibirkan begitu saja oleh para pelaku yang melakukan hal tersebut di salah satu sudut di Kota Gujarat, India.

Belum lama, salah satu pengadilan di India pun membuka kasus tentang tuduhan kepada 11 orang yang diduga terlibat dalam kasus yang menimpa Bilkis.

Sebanyak 7 orang lainnya bahkan diketahui berusaha ikut campur dalam kasus ini agar kasus ini tidak diangkat ke permukaan.

Para korban, termasuk putri Bilkis yang masih berusia 2 tahun, dibunuh secara keji saat peristiwa kerusuhan yang cukup mengerikan berlangsung di Gujarat.

Kejadian memilukan ini awalnya bermula saat 17 orang menaiki sebuah truk sambil membawa Bilkis dan putrinya yang berusia 2 tahun. Bilkis yang saat itu sudah menjadi ibu ternyata tengah hamil lima bulan.

Tak lama, 35 orang bersenjata turun dari truk tersebut dan sekitar tiga jam kemudian, Bilkis terbangun dalam kondisi tanpa busana diantara jasad-jasad keluarganya yang ada di dalam truk tersebut.

Yang memilukan, kepala putri Bilqis bahkan sudah dalam kondisi hancur, sementara Bilkis sudah diperkosa beramai-ramai dan dibiarkan begitu saja hingga nyaris meninggal dunia.

“Saat bangun aku dalam kondisi telanjang,” ujar Bilkis kepada India Today.

“Aku melihat jasad keluargaku tergeletak. Aku sangat takut. Aku sempat mencari pakaian untuk menutupi tubuhku. Aku merasa Tuhan sudah menyelamatkanku waktu itu.”

Bilkis berhasil menyelamatkan dirinya setelah berlindung di salah satu rumah milik Suku Adivasi yang ada di daerah perbukitan. Bilkis adalah satu dari ribuan wanita yang sudah diperkosa dalam insiden yang melanda kota tersebut. Namun sayang, banyak korban kejadian ini justru tak mendapatkan keadilan pada saat itu.

Meski begitu, semangat Bilkis tak pernah padam. Meski ia tahu beberapa kasus pemerkosaan yang terjadi sejak India merdeka sering tidak menemui jalan terang.

Bilkis yang diketahui buta huruf dan dalam kondisi tidak sehat saat itu berhasil berjalan ke kantor polisi untuk memberikan laporan pengaduan.

Parahnya, saat berada di kantor polisi, Bilkis justru dilaporkan ditolak oleh petugas polisi yang mengancamnya.

Petugas tersebut bahkan mengatakan, kalau Bilkis masih bersikeras untuk melaporkan pemerkosaan yang menimpanya, maka pihak rumah sakit akan memberikan suntik racun kepadanya dan membunuhnya.

Meski mendapat ancaman, Bilkis tetap melaporkan kasus tersebut pada pengadilan satu tahun kemudian. Sayang, pengadilan sempatmenutup kasus ini dan menganggap kalau pernyataan Bilkis tidak konsisten. Beberapa waktu kemudian, Bilkis menghubungi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Bilkis bahkan mengirimkan petisi kepada Mahkamah Agung, yang langsung memerintahkan penyidik dari Biro Investigasi Pusat untuk mendalami kasus ini.

Perjuangan Bilkis pun terhitung sudah berjalan selama 4 tahun kala itu. Kasus ini pun dibawa ke Pengadilan Mumbai, dan pemerintah pusat diminta untuk menunjuk seorang Jaksa Penuntut Umum.

Tuntutan pun dilayangkan kepada 19 orang, 6 petugas polisi, serta seorang dokter yang diduga terlibat dalam peristiwa keji tersebut. Pada Januari 2008, 11 orang pun akhirnya dituntut hukuman penjara seumur hidup atas kasus pembunuhan dan pemerkosaan.

Sejak saat itu, kasus ini pun kembali naik ke permukaan, meski keputusan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada tiga terpidana ditolak oleh Pengadilan Tinggi Bombay belum lama ini.

Perjuangan Bilkis memang tidak mudah. Namun kini semua pelaku yang sudah secara keji memperkosa dan membunuh keluarganya sudah diseret ke meja hijau.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here