Home Kesehatan Gangguan Kejiwaan Akibat Pengaruh Sosial Media di Kehidupan Masyarakat

Gangguan Kejiwaan Akibat Pengaruh Sosial Media di Kehidupan Masyarakat

48
0
SHARE

Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan.

Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, di pihak lain kehadiran teknologi modern justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah di semua aspek kehidupan masyarakat.

Terkait dengan perkembangan teknologi yang berdampak kearah modernisasi, IPTEK merupakan yang paling pesat perkembangannya. Salah satu diantaranya yang cukup membuat masyarakat terkagum-kagum ialah perkembangan teknologi informasi.

Sosial media merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Melalui sosial media yang semakin banyak berkembang memungkinkan informasi menyebar dengan mudah di masyarakat.

Informasi dalam bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi cara pandang, gaya hidup, serta budaya suatu bangsa.

Arus informasi yang cepat menyebabkan kita tidak mampu untuk menyaring pesan yang datang. Akibatnya tanpa sadar sosial media  tersebut sedikit demi sedikit telah menggeser serta mempengaruhi pola tingkah laku dan budaya dalam masyarakat.

Kebudayaan yang sudah lama ada dan menjadi tolak ukur masyarakat dalam berperilaku kini hampir hilang dan lepas dari perhatian masyarakat.

Akibatnya, semakin lama perubahan-perubahan sosial di masyarakat mulai terangkat ke permukaan dan terdapat kecendrungan baru dalam pembentukan watak sesorang melalui sosial media.

Perubahan melalui sosial media yang jelas terlihat adalah berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat, perubahan tersebut seperti perubahan sikap, tingkah laku yang tidak menutup kemungkinan bahwa proses perubahan akibat sosial media ini akan melunturkan atau  mengurangi derajat bentuk-bentuk atau nial-nilai yang sudah ada dalam masyarakat, yang mengakibatkan masayarakat mulai meninggalkan kebiasaan atau budayanya karena mengganggap kebudayaan itu sudah kuno.

Dampak yang paling kontras dirasakan dikalangan masyarakat ialah perubahan gaya hidup dan pola tingkah laku yang menuntut masyarakat bersikap serba instant sehingga menyebabkan terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat.

Sosial media mempengaruhi gaya hidup masyarakat untuk menjadi serupa dengan apa yang disajikan oleh sosial media. Sadar atau tidak masyarakat pun masuk kedalamnya bahkan menuntut lebih dari itu.

Kehadiran media sosial dirasakan lebih berpengaruh terhadap generasi muda yang sedang berada dalam tahap pencarian jati diri.

Yang lebih disayangkan lagi, sosial media secara perlahan-lahan namun efektif  membentuk pandangan masyarakat terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari walau sudah melenceng dari tahap perkembangan jiwa maupun norma-norma yang berlaku. Buruknya hal tersebut tidak dianggap sebagai suatu kesalahan.

Sosial media ini juga bisa berdampak kepada gagguan kejiwaan dan gangguan mental yang tanpa disadari oleh pengguna sosial media tersebut.

Penyakit kejiwaan itu adalah:

  • Obsessive Compulsive Personality Disorder (OCPD). Gangguan jiwa ini menyebabkan penggunanya merasa memiliki gangguan berupa pemikiran irasional yang menganggap jika orang lain lebih ceroboh, bodoh, dan tidak berperilaku seperti yang seharusnya.
  • Munchausen Syndrome. Gangguan jiwa ini menyebabkan seseorang untuk rela melakukan sebuah kebohongan hanya untuk menarik simpati orang-oran di media sosial termasuk lawan jenis atau teman-teman di sosial medianya dengan bermacam-macam tujuan.
  • Internet Asperger Syndrome. Gangguan jiwa ini menyebabkan orang yang biasanya pendiam di dunia nyata tiba-tiba menjadi seseorang yang kasar dan sering mencaci maki orang lain melalui akun sosial media ataupun di forum-forum yang diikutinya.
  • Low Forum Frustration Tolerance. Gangguan jiwa yang menyebabkan penggunanya merasa haus akan sebuah self esteem atau pengakuan diri dari pengguna lain di sosial media.

Gangguan Mental yang bisa terjangkit oleh sosial media adalah:

  • Attention Deficit Hyperactivity Disorde (ADHD), merupakan gangguan perkembangan yang umumnya ditemui pada anak-anak. Gejalanya adalah perasaan selalu gelisah, tidak bisa tenang, serta mudah teralihkan pikiran dan perhatiannya. Sehingga, penderitanya nggak akan bisa fokus dalam belajar atau bekerja.
  • Depresi. merupakan istilah umum untuk menggambarkan perasaan sedih yang mendalam, atau tertekan secara berlebihan. Depresi dapat menyebabkan hilangnya minat dan semangat di dalam diri, malas beraktivitas, gangguan pola tidur, bahkan mampu mendorong kamu untuk melakukan bunuh diri.
  • Obsessive-compulsive Disorder (OCD), merupakan gangguan psikologis yang membuat penderitanya selalu merasa cemas akan berbagai hal secara berlebihan. Bahkan, penderitanya dapat melakukan suatu hal yang sama secara berulang-ulang tanpa alasan yang jelas.
  • Narcissistic Personality Disorder (NPD). Penderita NPD akan menjadi orang yang arogan, egois, dan tidak bisa berempati dengan orang lain. Mereka selalu mengharapkan pujian dan kekaguman dari orang-orang di sekitarnya. Mereka jadi sulit menjalin hubungan dengan orang lain dan rentan terancam depresi. Gejala NPD orang suka pamer foto dirinya sendiri dengan berbagai gaya di sosial media.
  • Hypochondriasis, yang merupakan salah satu gangguan psikologis ketika penderitanya merasakan cemas yang berlebihan terhadap kesehatan tubuhnya, atau merasa menderita penyakit serius. Padahal, sebenarnya penyakit tersebut hanya ada di dalam khayalannya.
  • Schizoaffective dan Schizotypal Disorder, merupakan penyakit mental yang membuat penderitanya mengalami halusinasi, pikiran yang membingungkan, depresi, hingga gangguan ingatan. Bahkan penyakit mental ini mendorong potensi bunuh diri, bahkan membunuh orang lain.
  • Body Dysmorphic Disorder, yaitu seseorang yang memiliki rasa takut dan cemas yang berlebihan terhadap suatu kelainan pada bagian tubuhnya. Bukan hanya memperhatikan bagian-bagian tubuh, mereka juga tidak dapat berhenti memikirkan penampilannya, dan selalu ingin terlihat sempurna. Jika menemukan kelainan atau kekurangan pada bagian tubuhnya, mereka akan merasa tertekan dan mengalami depresi.
  • Voyeurism, diartikan sebagai perilaku suka mengintip. Namun, dalam konteks  sosial media, voyeurism merujuk kepada sikap penasaran yang berlebihan terhadap seseorang, sehingga melakukan stalking secara mendalam, hingga benar-benar terobsesi pada orang tersebut secara tidak wajar.
  • Addiction, berarti ketagihan. Semakin sering melakukan berbagai aktivitas di media sosial, seseorang akan ketagihan dan ingin melakukannya lagi, secara terus-menerus, dan tanpa henti. Ketagihan ini tentu membuat pola hidup yang normal menjadi berantakan.

Penggunaan sosial media secara berlebihan membuat dampak yang tidak baik bagi kesehatan jiwa dan mental. Makanya, mulai sekarang, coba gunakanlah sosial media secara wajar sesuai keperluan.

Selain itu, jangan terhanyut oleh berbagai aktivitas sosial media yang bisa bikin kamu terkena salah satu gangguan jiwa dan gangguan mental tersebut diatas.

Hasil penelitian para ahli mengungkap bahwa 1 dari 8 pengguna sosial media terutama facebook adalah penderita gangguan jiwa dan mental.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here