Home Kisah Nyata Gelar Pernikahan Sederhana, Pasangan ini di Hujat Tetangga, Tapi Faktanya Bikin Semua...

Gelar Pernikahan Sederhana, Pasangan ini di Hujat Tetangga, Tapi Faktanya Bikin Semua Terdiam

143
0
SHARE

Orang-orang di era saat ini cenderung kepo dan kerap menilai sesuatu dari luarnya saja. Apalagi dengan adanya media sosial dan kemudahan lainnya yang didapat melalui internet.

Orang akan mudah menghakimi, terutama bila menyangkut sisi tradisional dari hal-hal seperti perayaan ulang tahun, maupun pernikahan. Banyak orang dewasa cenderung memiliki ekspektasi tinggi tentang bagaimana hal-hal tertentu harus dilakukan.

Beberapa mengharapkan pernikahannya bisa menampung seribu tamu dan menyajikan makanan dan suasana terbaik. Tapi, bagi pasangan asal Malaysia ini tidak demikian.

Mereka memilih sesuatu yang sederhana pada hari pernikahannya. Ya, pernikahan mereka dilakukan dengan hanya melibatkan teman dekat dan keluarganya. Thaniya Logiswaran menikahi Logiswaran Arumuggam Pillai pada awal November 2017.

Semuanya berjalan baik selama pernikahan mereka. Tapi ada beberapa tamu yang tidak terlalu senang dengan pernikahan mereka itu. Thaniya menulis sebuah unggahan di Facebook yang kini sudah menjadi viral.

Dia berkata:

“Sudah 10 hari setelah pernikahan saya.”

“Di satu sisi, saya memiliki beberapa teman yang mengakui tindakan kami dan terinspirasi oleh pernikahan sederhana kami dan bahkan ingin melakukan hal yang sama untuk mereka.”

“Di sisi lain, saya memiliki orang-orang yang merasa saya memalukan masyarakat karena pernikahan saya dinilai terlalu sederhana dan saya dianggap pelit.”

“Bahkan mereka juga menceritakan betapa buruknya sarapan pernikahan saya yang masih berlangsung.”

“Pada dasarnya, orang tidak peduli jika pernikahan pasangan berjalan dengan baik.”

Kebenaran yang menyedihkan adalah beberapa orang hanya memperhatikan kekurangan pada orang lain tanpa menyoroti aspek positifnya.

Thaniya akhirnya memberikan penjelasan dan mengklarifikasi mengapa pesta pernikahannya itu digelar sangat sederhana.

“Kepada paman, bibi dan masyarkat, apa yang Anda harapkan dari pasangan berusia 20-an yang baru mulai bekerja setelah mendapatkan gelar atas kelulusan mereka, dengan pinjaman mobil, pinjaman rumah, dan juga usaha membeli perabotan untuk rumah baru””

“Silakan tengok kembali ke waktu itu dalam hidup Anda, apa yang Anda lakukan pada usia itu.”

“Mungkin Anda juga masih tergantung pada orangtua Anda,” lanjut Thaniya.

Thaniya menekankan bahwa mereka ingin menikah menggunakan uang yang telah mereka tabung. Ini dimaksudkan agar mereka tidak berakhir dengan hutang.

Thaniya menambahkan:

“Saya tidak mengerti mengapa pasangan tidak bisa merencanakan pernikahan mereka sesuai keinginan mereka.”

“Orang perlu tahu bagaimana membedakan antara pernikahan, acara satu hari, dan pernikahan, sebuah komitmen seumur hidup.”

“Berpikir untuk melakukan pernikahan Anda untuk menyenangkan masyarakat? Mereka masih akan mengeluh tentang makanan atau apapun yang disajikan saat pesta pernikahan Anda,” tulis Thaniya.

Thaniya dan suaminya bahkan tidak melakukan pertunangan atau sesi foto pre-wedding. Apa pun yang orang katakan, pasangan itu cukup bijak untuk tidak mengambil pinjaman yang tidak perlu hanya untuk menyenangkan orang lain di hari pernikahan mereka.

Lagipula, acara spesial diadakan untuk merayakan persatuan pasangan dan bukan untuk tamu, yang menilai atau mengeluh.

Apakah kalian benar-benar meminjam uang hanya untuk membuat pernikahan mewah menjadi kenyataan atau apakah kalian tetap berpegang pada anggaran berdasarkan tabungan?

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here