Home Pernikahan Hargailah Perjuangan Istri dengan Tidak Menghina Masakannya Meski Rasanya Tak Sesuai Harapan

Hargailah Perjuangan Istri dengan Tidak Menghina Masakannya Meski Rasanya Tak Sesuai Harapan

154
0
SHARE

Memasak, satu kegiatan yang bisa dilakukan pria dan wanita. Dalam tata sosial di Indonesia, yang paling bertanggung jawab dalam masakan keluarga adalah istri atau ibu. Mereka diharapkan bisa memasak dan memberi nutrisi terbaik untuk keluarganya. Namun yang menyedihkan, ada saja celaan atau hinaan bila masakan istri atau ibu kurang sedap dan tidak enak.

Seorang teman dari Mekkah bercerita, ketika saya baru menikah datanglah sahabat saya ke rumah. Saya minta kepada istri untuk membuat kopi Arab dan menyiapkan kurma dan makanan ringan lainnya.

Istri mengetuk dari balik tabir sebagai pertanda termos kopi sudah siap untuk dihidangkan. Ketika kami mulai meminum kopi, rasanya aneh sekali?! Ia memang sama sekali belum bisa membuat kopi yang enak dan belum bisa memasak.

Sahabat saya mengatakan bahwa kita berdua harus menghabiskan kopi satu termos, untuk menjaga perasaan istri dan memotivasi lebih semangat membuat kopi yang enak.

Ketika tamu pulang, istri merapikan jamuan maka ia dapati termos dalam keadaan kosong. Ia gembira sekali dan timbul percaya diri.

Saat makan ternyata masakan istri kebanyakan garam sangat asin. Istri saya sendiri yang memasak hanya mampu makan satu atau dua suap saja.

Saya teringat dengan pesan sahabat maka saya santap makanan yang dihidangkan dengan lahap tanpa tersisa dalam rangka menggembirakan hati istri dan menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Alhamdulillah sekarang istri saya paling pandai memasak diantara keluarganya dan di keluarga kami.

Dalam berumah tangga perlu kesabaran ekstra dan masing-masing hendaklah memberikan yang terbaik untuk pasangannya.

Semoga kisah ini bermanfaat untuk pengantin baru dan untuk calon pengantin, termasuk untuk kita semua yang sudah lama menikah.

Ada cinta pada masakan istri dan ibumu.

Tahukah Anda, ada banyak usaha keras dari sepiring nasi dan lauk yang Anda makan. Setiap pagi, saat Anda belum bangun, para istri dan ibu akan memilih bahan makanan terbaik untuk keluarganya. Bahkan dia rela kedinginan ke pasar saat matahari belum terbit dan udara masih dingin. Semua itu untuk apa? Untuk mendapatkan bahan makanan terbaik, dengan harga yang sesuai dengan pendapatan suami.

Setelah bahan makanan di dapat, semua itu dicuci, dibersihkan diolah menjadi bahan yang layak dimakan. Mulai dari mengiris bawang merah yang pedas di mata, memotong cabai yang pedas di tangan, dan sebagainya. Memasak adalah proses yang lama dan tidak mudah. Wanita selalu diburu waktu ketika memasak, terutama saat menyiapkan sarapan.

Setiap wanita, istri dan ibu pasti ingin menyajikan yang terbaik. Selalu ada cinta di setiap masakan atau kue buatannya. Namun kadang, namanya juga manusia, tidak semua masakan ibu atau istri terasa enak di lidah. Kadang keasinan, kadang hambar dan sebagainya. Tapi percayalah, itu semua bukan disengaja. Mungkin istri atau ibu Anda lelah, tidak konsentrasi karena ada masalah dan sebagainya.

Hatinya akan terluka.

Maka pikirkan bagaimana perasaan istri atau ibu Anda ketika Anda dengan santainya mengatakan, “Duh masakannya nggak enak, keasian,” lalu Anda tidak menghabiskan masakan yang sudah dibuatkan.

Tahukah Anda, ada hati yang menangis karena kalimat itu. Mungkin maksud Anda baik, berkata jujur. Namun percayalah, tidak ada istri atau ibu yang sengaja masak keasinan, hambar, terlalu pedas atau rasa tidak enak lainnya. Saat Anda protes rasa masakan tidak enak, seorang istri dan ibu sangat jarang protes tangannya kena minyak panas atau seberapa pedas cabai mengenai tangannya.

Kalaupun hasil masakan ibu atau istri tidak sesuai harapan, tetaplah tersenyum dan nikmati masakannya dengan lahap untuk menggembirakan hatinya.

Semoga tulisan ini berguna untuk kita semua agar tidak mudah protes masakan ibu atau istri. Tidak ada salahnya membagikan artikel ini agar dibaca suami atau orang yang Anda sayangi. Salam sayang!

Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here