Home Kisah Ibu Kirim SMS, ‘Hanya Tersisa 43 Ribu di Rumah’, Respon Sang Anak...

Ibu Kirim SMS, ‘Hanya Tersisa 43 Ribu di Rumah’, Respon Sang Anak Bikin Banyak Orang Terenyuh

92
0
SHARE

Banyak anak dari keluarga miskin punya pengalaman seperti ini. Hanya sisa beberapa ribu perak uang di rumah, kondisinya benar-benar memprihatinkan. Namun, jawaban anak muda ini membuat ibunya sangat percaya diri. Ini adalah pengalaman seorang netizen di Taiwan yang dibagikan ke internet. Pesan singkat dari sang ibu membuat perasaan mahasiswa tahun ketiga kuliah ini bercampur aduk.

Dilansir dari Epochtimes, Netizen ini, sebut saja Michael adalah seorang mahasiswa tahun ketiga kuliah, dan akan lulus satu tahun lagi, dia penuh percaya diri terhadap masa depannya. Pada hari itu, Michael menerima pesan singkat LINE dari ibunya, “Uang kita hanya tersisa 102 NTD atau sekitar Rp. 43 ribu di rumah, tidak cukup untuk membeli 10 roti.

Setelah membaca pesan singkat dari ibunya, Michael berpikir cukup lama. Dan dia menggerutu atas ketidakadilan yang diterima orangtuanya, tapi dia memutuskan tidak akan berhenti kuliah, karena dia menyukai bidang kejuruan dan nilainya juga bagus. Setelah lulus nantu, pasti akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan memuaskan.

Michael adalah seorang pemuda dari desa, ayahnya anak kedua, masih punya nenek dan paman dalam anggota keluarga. Ibu adalah seorang wanita keturunan asing yang rajin, baik hati dan sederhana, menikah dengan ayahnya tak lama setelah ibunya ke Taiwan. Sementara Michael sendiri memiliki tiga saudara kandung yang sudah dewasa atau hampir dewasa. Yang disaksikan Michael sejak kecil adalah ibunya yang sibuk dan ayah yang sangat berbakti.

Ayahnya bekerja keras demi menafkahi keluarganya yang beranggotakan enam orang. Di mata Michael, keluarganya hanya mencapai standar hidup sehari-hari, tidak makmur, dan ini ada hubungan langsung dengan neneknya. Karena ibunya adalah warga negara asing, sehingga seringkali dimarahi neneknya. Begitu juga dengan banyak kerabat dan teman-teman yang selalu mencibir ibunya.

Namun, ibunya tidak pernah menanggapi, justeru bekerja lebih keras untuk mengurus keluarganya dan berperan sebagai isteri sekaligus ibu yang baik. Sementara itu, nenek sendiri tidak bekerja, sepanjang hari menganggur, tapi selalu menyuruh ayah untuk membantu membersihkan rumput liar di ladang, dan mengambil hasil panen, sehingga ayah yang sibuk pun semakin sibuk.

Selain itu, nenek juga sering meminta uang pada ayah. Sehingga membuat Michael gusar dengan neneknya yang tidak adil terhadap ayah-ibunya. Karena neneknya lebih condong menyayangi paman, bukan hanya tidak pernah menyuruh paman membantu bekerja, tapi sering membantu paman secara ekonomi, dan sebagian uang ini adalah uang ayah yang kerap dimintai nenek.

Selain itu, ladang paman juga jauh lebih luas daripada keluarga Michael. Namun, ketika sang paman berhutang, dia memita ayah Michael untuk membantu membayar hutangnya, dan ayah Michael pun setuju membantunya, sehingga membuat keluarga mereka harus hidup dalam ketegangan. Respon Michael yang mengesankan seketika membuat ibunya penuh percaya diri.

Michael teringat dengan masa lalunya yang beragam, teringat sosok ayahnya yang sibuk dan senyum polosnya yang sederhana. Tiba-tiba dia mengerti mengapa ayahnya berbuat demikian, dan menyadari bukan karena bodoh, tapi memenuhi kewajiban sebagai anak, menjaga persaudaraan harmonis mereka. Saat membayangkan kembali lebih dari 20 tahun perjalanan hidupnya itu, Michael dan dua saudaranya tidak pernah kekurangan sandang pangan.

Dibandingkan anak-anak dari keluarga pamannya, tali persaudaraan Michael dan dua saudarnya jauh lebih kental dan mereka menganggap satu sama lain adalah orang terdekat. Hubungan mereka dengan orang tua juga sangat harmonis.

Selain itu, ketiga bersaudara tersebut memiliki prestasi akademik yang sangat baik, dan berhubungan baik dengan guru serta siswa di sekolah. Tiba-tiba, Michael menyadari bahwa semua itu merupakan teladan kedua orang tuanya yang baik dengan menggunakan tindakan mereka sendiri untuk mengajarkan prinsip dan sikap hidup mereka.

Mengingat semua ini, Michael menjawab pesan singkat dari ibunya, “Ayah-ibu, mungkin uang kita hanya tersisa 43 ribu perak saking miskinnya, tapi ayah-ibu masih memiliki tiga anak yang akan menjadi terkaya kelak ! Kita harus yakin dan tetap semangat.”

Gaung reaksi warganet sangat menyukai kemandirian Michael. Setelah MIchael memosting artikelnya, netizens menanggapinya dengan antusias dan berharap bisa membantu orang yang baik hati dan penuh semangat ini pada masa-masa sulit.

Karena Michael tidak melampirkan secara rinci alamatnya di media sosial, banyak netizen meninggalkan pertanyaan di kolom komentar, “Dimana alamat sekolahmu kawan? Saya ingin membantumu. Atau bisa memberikan alamat rumahmu? Saya akan transfer sejumlah uang, meski tidak banyak, tapi tulus.”

Tanpa diduga, Micahel menolak dengan halus semua bentuk bantuan netizen. Dia mengatakan bahwa itu adalah masalah keluarga. Dia yakin dengan usaha keras ayah-ibu dan tiga bersaudaranya yang berbakti, keluarganya pasti bisa melewati masa-masa sulit itu.

Michael mengucapkan terima kasih atas dukungan teman-teman netizens untuknya, dan netizen pun semakin tersentuh setelah melihat pesannya, kemudian membagikan ceritanya di media sosial.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here