Home Peristiwa Innalillahi, Melahirkan Lewat Operasi Caesar, Kaki Wanita ini Terpaksa Dipotong

Innalillahi, Melahirkan Lewat Operasi Caesar, Kaki Wanita ini Terpaksa Dipotong

602
0
SHARE

Bagi ibu hamil menjaga kesehatan bayi dan dirinya harusnya menjadi prioritas pertama yang dilakukan. Makanan yang baik untuk ibu hamil selalu menjadi perhatian khusus bagi siapa saja yang ingin memiliki janin dan bayi yang sehat. Sebab jika tidak, akan beresiko tidak baik bagi janin yang di kandungnya juga untuk ibunya. Namun apa yang dialami wanita ini sungguh mengerikan.

Usai operasi caesar kedua kakinya terpaksa diamputasi alias dipotong hingga membuatnya menyesal seumur hidup. Wanita itu brenama Ella berasal dari Inggris berusia 31 tahun. Selam sembilan bulan kehamilan Ella berupaya melakukan apapun yang terbaik untuk kandungannya. Hingga mendekati hari kelahiran, ia pun rajin mengecek kandungan ke rumah sakit. Ketika hari itu tiba, Ella langsung pergi kerumah sakit karena si bayi sudah mau keluar.

Namun sayang, karena ia menderita plasenta prievia, sehingga ia harus menjalani menjalani operasi Caesar. Plasenta Previa adalah suatu kondisi dimana plasenta menempel pada bagian bawah rahim ibu sehingga menutupi sebagian atau keseluruhan jalan lahir. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan pendarahan berulang saat hamil terutama mendekati waktu persalinan.

Plasenta merupakan organ yang terbentuk selama kehamilan. Plasenta terhubung dengan janin melalui tali pusat. Organ ini berfungsi memberi nutrisi bagi janin, membuang sisa metabolisme janin, dan memproduksi hormon untuk mempertahankan kehamilan. Untuk menjalankan fungsinya plasenta memiliki banyak pembuluh darah.

Di satu sisi plasenta, beredar darah ibu, dan di sisi lain, beredar darah janin. darah ibu dan darah janin biasanya tidak bercampur di dalam plasenta. Pada kondisi normal plasenta biasanya melekat pada bagian atas rahim dan jauh dari leher rahim. Pada kondisi yang langka, plasenta dapat melekat pada bagian bawah rahim.

Karena letaknya ini plasenta dapat menutupi sebagian atau keseluruhan jalan lahir yang disebut dengan plasenta previa. Saat operasi berlangsung, Ella mengalami pendarahan hebat. Karena darurat, tim dokter langsung menutup aliran darah dari rahim, lalu memberikan obat bius yang bisa membuatnya pingsan, dan membawanya ke unit perawatan intensif. Untungnya, bayinya lahir dengan selamat.

Untuk memastikan darah tidak tersumbat dalam pembuluh, semestinya dalam 24 jam setelah operasi. Dokter harus mengecek keadaan pasien setiap jam sekali, namun, tak disangka, dokter tersebut lupa. Setelah lewat 6 jam, dokter baru masuk ke ruangan Ella, dan ternyata darah sudah terhambat di pembuluh bagian pahanya, dokter pun langsung segera melakukan operasi.

Namun, karena darah yang tersumbat di pahanya sudah cukup lama sehingga mengakibatkan kematian jaringan, dan demi menyelamatkan nyawanya, kedua kaki Ella terpaksa harus diamputasi. Ella mengaku sangat sedih dengan cara dokter itu menganggap sepele kehidupan orang lain hinga kelalaiannya membuat sepasang kakinya harus dopotong.

“Saya sama sekali tidak menyangka, operasi caesar membuat saya harus kehilangan kaki. Anak perempuan saya yang berusia 5 tahun terkejut dan menangis histeris ketika melihat kaki saya yang hilang, dan saya benar-benar sangat sedih saat itu.”

Sambil bersedih, Ella menghayal seandianya dokter lebih peduli dan tidak menganggap sepele tentu ia akan berjalan normal dengan kakinya sendiri.

“Aku sekarang tidur di lantai bawah di ruang tamu dan mencoba membiasakan diri berjalan dengan kaki palsu, tapi ini menantang. Saya memiliki konseling untuk mengatasi kejutan tapi seluruh hidup saya telah berubah selamanya,” ucapnya

Karena kelalaian itu, dokter yang menangani Ella akhirnya dipecat setelah mendapat banyak desakan. Semoga kejadian seperti Ella tidak terjadi lagi, dan ibu hamil tetap harus menjaga kesehatan bayi dan diri sendiri.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here