Home Kisah Nyata Izin Keluar Ruangan Saat Ujian sedang Berjalan, Anak ini Justru Membuat Sang...

Izin Keluar Ruangan Saat Ujian sedang Berjalan, Anak ini Justru Membuat Sang Guru Terharu, Masya Allah

319
0
SHARE

Minggu ini dimulai ujian Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) atau ujian nasional di Malaysia

Dan hari ini sudah masuk ke hari yang ketiga. Kisah ini yang dibagikan oleh sebuah laman sosial Penang Kini. Mungkin melalui seorang guru.

Dilansir mediatular, kejadian yang baru terjadi saat ujuan baru 20 menit dimulai pagi ini. Semoga kita dapat pengajaran dari kisah ini.

Hari ketiga mengawas SPM 2017, Paper sejarah kertas 2. Waktu: 10.00 pagi hingga 12.30 siang.

SEORANG PESERTA UJIAN IZIN KE TOILET.

Setelah 20 menit masa berlalu, seorang peserta ujian lelaki bersongkok. Air mukanya bersih tiba-tiba mengangkat tangan meminta izin ke toilet.

Saya izikan sambil mengiringi dirinya. Sebelum itu sudah perasaan jika dia bakal lakukan sesuatu yang tidak benar. Kedengaran bunyi air dari dalam toilet.

Peserta ujian tadi keluar dan saya lihat wajah dan tangannya basah. Sambil tangannya memegang kaus kaki dan sepatunya.

MINTA IZIN UNTUK SALAT.

“Izinkan saya salat sebentar ya bu guru, saya blank…” ujarnya meminta izin.

Belum sempat saya berkata apa-apa seraya tergamam, ia sudah mengangkat takbiratulihram. Sedih saya sambil memerhatikan ia salat. Salat tanpa sajadah tetapi sujud dengan dahi menyentuh lantai semen.

Allahu Akbar. Tiba sujud di rakaat terakhir, agak lama ia lakukan.

MENANGIS SETELAH SALAT.

Usai memberi salam, ia mulai menangis tersedu-sedu seraya berkata :

“Bu guru… Saya blank… Tiba-tiba saya rasa otak kosong.”

Tiba-tiba rasa keibuan saya hadir dan tanpa sadar turut sama-sama menangis. Sambil saya menggosok belakangnya dan memintanya beristighfar serta membaca Al Fatihah.

“Inshaa Allah, Allah bantu awak. Buat yg terbaik ye” ujar saya.

Dia mengangguk dan bangun menuju ke tempatnya semula.

Allahuakbar.

Semoga Allah permudahkan urusanmu duhai anak muda. Perjalananmu masih jauh. Semoga terus istiqamah mengharapkan Allah sebagai penolong di kala kebuntuan.

Pengajaran yang saya dapat daripada beliau…

ALLAH jua lah sebaik-baik penolong. Kita terlalu kerdil, maka bersujudlah dan mintalah pada Allah. Terima kasih karena pengalaman yg cukup bermakna ini duhai anak muda.

Admin share kerana saya merasa tak banyak anak muda skrg seperti dia.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here