Home Kajian Islam Ketika Banyak Orang Terlihat Kaya dengan Hutang, Astaghfirullah

Ketika Banyak Orang Terlihat Kaya dengan Hutang, Astaghfirullah

76
0
SHARE

“Ya ampuun… mobilnya keluaran terbaru.”
“Rumah sama furniturenya bagus banget…”
“Jam tangan sama sepatunya merek mahal.”
“Bulan lalu ke Eropa, bulan ini dia ke Korea…”

Sahabat Ummi sering menemukan orang-orang yang secara tampilan luar terlihat kaya padahal semua kemewahan itu didapat dari membayar secara ngutang alias kredit?

Tidak hanya rumah atau mobil seharga ratusan juta yang dicicil, bahkan minum kopi atau beli baju yang harganya ratusan ribu pun banyak yang menggesek kartu kredit juga.

Padahal utang merupakan salah satu hal yang bisa mencegah kita masuk ke surga. Mengapa zaman sekarang ini banyak orang yang malah membinasakan diri dengan berutang untuk hal yang tidak terlalu penting?

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] hutang, maka dia akan masuk surga”. (HR. Ibnu Majah no. 2412)

Sahabat Ummi, saat ini kita memang seperti terjebak di zaman yang penuh lilitan utang. Seolah tanpa kartu kredit, tanpa mencicil, dan tanpa utang, kita takkan bisa punya apa-apa.

Oleh sebab itu, 5 poin ini perlu sekali dipertimbangkan agar tidak mudah tergiur gaya hidup penuh utang:

1. Apakah saya bisa memastikan utang sejumlah ini bisa dilunasi?

Jika ingin beli mobil atau rumah secara kredit, pikirkanlah… apakah kita memang mampu mencicil sekian juta tiap bulannya selama belasan tahun?

2. Apakah benda ini benar-benar penting untuk saya miliki?

Banyak yang membeli jam tangan branded, peralatan make up mahal, tapi sebenarnya tidak yakin benda tersebut benar-benar penting dimiliki atau tidak.

3. Mengapa saya takut terlihat miskin?

Sedangkan Rasulullah yang tadinya saudagar kaya raya saja akhirnya memutuskan hidup dengan gaya sederhana, bahkan tidurnya hanya di tikar kasar saja. Mengapa saya justru ingin furniture yang bagus padahal hanya bisa didapat dengan ngutang?

4. Apakah gaya hidup saya berlebihan?

Hanya untuk satu cangkir kecil kopi mengeluarkan uang hingga puluhan ribu Rupiah, hanya untuk makan siang sendirian mengeluarkan uang ratusan ribu Rupiah, apakah tidak berlebihan? Terutama jika hal tersebut harus dinikmati dari gesekan kartu kredit yang berarti utang.

Kalau memang tidak mampu makan mewah, nikmatilah makanan murah yang sederhana.

5. Apakah hal ini bermanfaat untuk dunia dan akhirat saya?

Selalu tanyakan hal ini ketika mau berutang sesuatu. Jika memang ada manfaatnya yaa tidak masalah, tapi kalau tidak bermanfaat… maka hindarilah cara berutang.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here