Home Kisah Saat Anak 4 Tahun Bilang ‘Tolong kuburkan saya saja!’ Pada Ibunya, Alasannya...

Saat Anak 4 Tahun Bilang ‘Tolong kuburkan saya saja!’ Pada Ibunya, Alasannya Sangat Memilukan, Ya Allah

430
0
SHARE

Anak laki-laki ini baru berumur empat tahun, tapi sudah mengalami penderitaan tak terbatas. Rasa sakit yang dideritanya tidak bisa dihentikan lagi, jadi anak kecil ini memohon pada ibunya setiap hari.

“Tolong kuburkan aku saja, aku tidak tahan lagi!”

Du Sihan, yang berusia 4 tahun dari China, telah didiagnosis menderita penyakit “Thalassemia” sejak ia belum mencapai 1 tahun. Thalassemia adalah penyakit terkait darah yang disebabkan oleh faktor genetik. Yang menyebabkan adanya protein dalam sel darah merah (hemoglobin) dalam kondisi tidak normal.

Hal ini menyebabkan sirkulasi darahnya tak dapat berfungsi normal. Anak kecil yang malang ini dengan wajah dan keadaan fisiknya yang lemah terpaksa menanggung kesakitan setiap hari. Dengan berasa sakit yang amat sangat, anak ini sentiasa merayu kepada ibunya,

“Tolong kuburkan saya sahaja!”

Melihat penderitaannya yang begitu memilukan, ahli keluarganya tidak dapat menahan sedih. Kesakitan dan penderitaannya mendapat perhatian orang ramai yang prihatin dan tersebar di dalam liputan media. Ramai yang merasa simpati dan menyumbang serta mengumpulkan dana sejumlah Rp 1,8 miliar. Termasuk dari seorang jutawan yang bersimpati untuk perawatan dan pembedahannya.

Menurut sumber scnews.org dari erabaru, setiap hari Du Sihan yang malang ini telah merayu dan merintih kepada ibunya

“Tolong kuburkan saya!”, karena tidak tahan menanggung kesakitannya.

Pada mulanya sang ibu berpikir rintihannya itu hanya sebagai percakapan biasanya saja. Dan ibunya menjawab dengan nada gurauan, “Di mana kamu mau ibu kuburkan? Kamu mahu bermain petak umpet dengan ibu?”

Tetapi Du Sihan menjawab dengan nada serius, “Tidak, kuburkan saya di dalam tanah!” Nada rintihannya dengan perkataan yang sama setiap hari.

Telah membuat anggota keluarganya tidak dapat menahan kesedihan dari penderitaannya. Anak kecil ini berkata dengan bersungguh-sungguh dan perkataannya bagai orang dewasa yang menderita. Du Sihan akan merasa sangat sakit saat perawatan dan pemeriksaan di rumah sakit.

Tetapi dia akan menjerit buat sementara waktu dan tidak pernah menangis. Sebaliknya, ibu Du Sihan yang akan menangis melihat penderitaannya menahan kesakitan. Du Sihan melihat ibunya sambil tersenyum dan berkata, “Jangan menangis ya ibu… Jika ibu menangis, saya juga akan menangis.”

Pada bulan April 2012, kerana infeksi flu, Du Sihan yang masih kecil telah dibawa ke rumah sakit. Namun setelah didiagnosa, Du Sihan telah didapati menghidap “Severe Thalassemia”.

Dan keluarganya terpaksa menanggung ongkos pengobatan yang tinggi. Tetapi dengan ramai warga China yang telah menderma dengan sejumlah uang yang mencukupi. Du Sihan telah dapat menjalani pembedahan pemindahan sumsum tulang. Tetapi setelah pembedahan pemindahan tersebut, Du Sihan telah mengalami masalah infeksi bakteri.

Dengan kesakitan yang terus-terusan selama 20 hari. Dan mendapat demam panas yang berulang kali selama 40 hari serta mendapat infeksi pada empedu. Saat mengalami kesakitan di empedu yang disebabkan oleh batu empedu. Du Sihan merasa sakit yang amat sangat sambil mencoba mengigit giginya sehingga patah.

Du Sihan tidak mau menangis, sebaliknya bertahan dengan cara itu. Bapaknya merasa sangat sedih melihat keadaan Du Sihan. Dan akhirnya membuat keputusan mau melakukan pembedahan pemindahan sekali lagi di Guangzhou, China. Tetapi Du Sihan sudah mengetahui waktunya untuk berada di dunia sudah tidak lama lagi.

Usai mengalami kesakitan yang amat sangat dan semakin menghampiri kematiannya. Du Sihan berkata kepada ibunya dengan wajah yang sayu, “Jika saya pergi, ibu akan dapat menjaga diri sendiri!” Du Sihan melelapkan mata dengan tenang dan tidur dengan nyenyak buat selama-lamanya.

Ibunya dengan nada sedih berkata, “Anak lelaki saya telah pergi meninggalkan dunia ini tanpa kesakitan.” Du Sihan melalui sepanjang usianya dengan kesakitan fisik dan mental setiap hari. Ramai yang tidak dapat merasakan dan bisa membayangkan kesakitan yang dirasakan Du Sihan sepanjang hidupnya.

Keluarganya telah membawa Du Sihan ke rumah sakit dan pusat perawatan untuk mendapatkan perawatan. Tetapi akhirnya, Du Sihan telah menghembuskan nafas terakhirnya dengan aman dan tenang. Ibu bapaknya merasa sedih karena keinginannya untuk dikuburkan setiap hari itu akhirnya menjadi kenyataan. Sedih dan memilukan kerana Du Sihan telah pergi meninggalkan keluarganya buat selama-lamanya.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here