Home Kisah Nyata Ya Allah, Berpikir Ia Diacuhkan Bos, Ternyata Hal ini yang Sebenarnya Terjadi,...

Ya Allah, Berpikir Ia Diacuhkan Bos, Ternyata Hal ini yang Sebenarnya Terjadi, Sayangnya Ia Menyadari Semua Saat Bos Sudah Tiada

151
0
SHARE

Bos saya selalu bepergian dengan mobil mewahnya setiap hari, dan tugas saya adalah membuka pintu untuknya saat dia keluar dan pulang ke rumah.

Saya selalu menyapanya setiap kali bertemu dengannya, tapi dia tidak pernah menanggapinya. Saya merasa sangat memalukan, apakah karena level saya terlalu rendah, jadi sang bos tidak mau berbicara dan merendahkan saya?

Meski bos memberi gaji yang lumayan tinggi, tapi karena banyak utang, sehingga gaji bulanan saya hampir selalu digunakan untuk membayar utang.

Namun, masalah yang paling memusingkan sekarang adalah makan.Di rumah anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, tidak mungkin bukan setiap hari makan roti campur air putih seperti saya.

Untung saja koki yang satu majikan dengan saya setiap hari memberi saya beberapa sisa makanan dari bos, meski tidak setiap hari. Tapi cukup buat mengisi perut saya tiga orang sekeluarga.

Suatu hari, ketika saya mengambil sisa makanan yang diberikan koki kebetulan terlihat oleh bos. Namun, dia sekilat tidak menatapku, seolah-olah tidak melihat apa-apa.

Reaksi ini justru membuatku lebih sedih, tapi demi istri dan anakku, aku juga tidak peduli lagi, dan pura-pura tidak tahu.

Tapi yang mengejutkan, sejak itu, setiap hari setelah pulang kerja, saya selalu bisa melihat sekantong kertas yang sangat bersih di depan meja kerja saya, di dalamnya berisi makanan yang terbungkus rapi, seperti baru dibeli seseorang dari supermarket.

Saya tidak peduli siapa yang meletakkannya di sini, langsung kuambil saja dan bawa pulang dengan senyum gembira.

Keesokan harinya, lagi-lagi saya melihat kantong yang sama di meja kerjaku, di dalamnya berisi sayuran segar dan makanan lainnya.

Belakangan, setiap hari ke tempat itu mengambil kantong makanan telah menjadi sebagian dari rutinitasku dan menopang hidup keluarga saya.

Saya merasa aneh juga, orang bodoh mana yang melakukan hal ini, setiap hari meletakkan kantong berisi makanan segar dan lupa dibawa.

Sampai suatu hari, terjadi satu peristiwa besar di vila, seseorang mengatakan kepada saya bahwa bos meninggal dunia.

Hari itu, tampak banyak VIP keluar masuk dari vila. Anehnya, hari itu, saya tidak menemukan kantong kertas berisi makanan. Saya pikir itu pasti telah diambil seseorang.

Tapi keesokan harinya, dan hari ketiga, saya tidak melihat kantong kertas itu lagi.

Dan karena bos meninggal, sehingga tamu-tamu yang datang pun berkurang, jadi, tidak ada sisa makanan lagi yang bisa kubawa pulang.

Beberapa minggu kemudian, menu tiga kali makan sehari keluarga saya pun tidak terjamin lagi.

Saya memutuskan untuk meminta istri bos saya untuk memberi saya kenaikan gaji, atau saya harus berhenti dari pekerjaan saya dan mencari pekerjaan lain.

Setelah saya mengatakan kepadanya, istri mendiang bos tampak terkejut dan bertanya. mengapa dalam dua tahun terakhir di sini tidak pernah mendengar kamu mengeluhkan soal gaji rendah ?

Mengapa tiba-tiba gajimu tidak bisa memenuhi kehidupan keluarga sekarang? Saya membuat banyak alasan, tapi tidak bisa meyakinkannya.

Akhirnya, saya pun mengatakan yang sebenarnya tentang kantong makanan yang saya ambil setiap hari semasa hidup bos. Dia bertanya sejak kapan kantong makanan itu tidak ada lagi di sana dan saya mengatakan kepadanya bahwa itu terjadi setelah kematian suaminya.

Saat berbicara tentang hal itu, tiba-tiba saya menyadari kantong makanan itu lenyap setelah sang bos meninggal. Mengapa sebelumnya saya tidak berpikir ke sana, itu adalah makanan dari bos yang untuk saya. Mengapa bisa begini ya?

Karena saya tidak pernah menyangka orang yang tidak peduli dengan saya akan sangat murah hati! Istri bos itu tiba-tiba menangis. Aku menghiburnya dan meminta maaf karena meminta kenaikan gaji.

Saya benar-benar tidak tahu suaminya memberi saya makanan, saya katakan kepadanya bahwa saya akan terus tinggal di sini, dan bersedia melayani mereka. Istrinya mendiang bos tiba-tiba menangis, dan sambil berlinang air mata, perlahan-lahan ia berkata.

“Saya menangis karena akhirnya orang yang aku cari sudah ketemu. Saya tahu suami saya membeli makanan untuk tujuh orang sehari, saya telah menemukan enam orang lainnya selama beberapa hari ini saya sedang mencari orang ketujuh dan hari ini akhirnya saya menemukannya.”

Sejak saat itu, saya mulai mendapatkan kantong kertas berisi penuh makanan. Tapi kali ini anaknya yang mengantarnya ke rumahku dan diserahkan kepadaku. Tapi setiap kali saya berterima kasih kepadanya, selalu tidak diresponnya, persis seperti ayahnya.

Sampai suatu hari, saya mengucapkan “terima kasih” dengan suara keras. Dia berbalik dan tampak sedikit terkejut dan terlihat agak malu.

Dia menggaruk-garuk kepalanya dan berkata: “Ketika saya tidak merespon, harap jangan merasa tersinggung karena pendengaran saya agak terganggu sama seperti ayah saya, jadi tidak bisa langsung mendengar suara Anda.” ujarnya.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here