Home Peristiwa Ya Allah, Biarkan Anaknya Berada Dalam Perut selamat 50 Tahun, ini yang...

Ya Allah, Biarkan Anaknya Berada Dalam Perut selamat 50 Tahun, ini yang Terjadi Padanya

302
0
SHARE

Setiap perempuan yang sudah menikah menginginkan agar dirinya cepat hamil dan ingin cepat-cepat punya anak. Dalam kondisi hamil, seorang perempuan harus berjuang agar anak yang berada dalam kandungannya baik-baik saja sampai melahirkan.

Seorang perempuan harus berjuang Agar anak yang berada di kandungannya dapat dilahirkan dengan sehat dan selamat. Rasa takut kadangkala datang disaat proses persalinan dimulai, hal ini dikarenakan rasa sakit yang teramat sangat dan dibutuhkan tenaga yang banyak untuk mengeluarkan si cabang bayi tersebut.

Seperti kisah nyata yang dialami oleh seorang perempuan yang hamil anak pertemanya. Kisah yang dikutip dari unikgaul.com ini mungkin terdengar luar biasa dan mustahil, tapi ini adalah kisah nyata. Dalam sebuah literatur kesehatan terakhir, ada kasus di mana seorang wanita melahirkan bayi batu.

Ist

Pada tahun 1955 tepatnya, di desa kecil Casablanca, seorang wanita muda berusia 17 tahun, bernama Zahra Aboutalib menjalani prosesi kelahiran yang sulit.

Selama 48 jam, menjalani persalinan, bayi yang dikandungnya, tak juga keluar. Sehingga Zahra dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya. Namun, ketika melihat seorang wanita meninggal akibat persalinan, Zahra melarikan diri dari rumah sakit. Seperti dikutip dari Boldsky, ia takut akan mengalami nasib yang sama.

Berhari-hari ia menahan sakit, yang ajaibnya lalu berhenti dengan sendirinya. Zahra pun mempercayai mitos bahwa ia mengalami ‘bayi tidur’. Untuk mendapatkan anak, Zahra memilih jalan adopsi. ia telah mengadopsi tiga orang anak.

Saat ini usia Zahra telah memasuki 75 tahun, ia kembali merasakan sakit perut. Perut Zahra yang besar, dokter mengira jika wanita tua itu menderita tumor ovarium. Saat dilakukan scan, dokter kaget karena ada bayi dalam perut nenek tersebut. Bayi berkembang di luar rahim dan menyatu dengan organ.

Dalam dunia medis, dikenal dengan Lithopedion atau yang dikenal dengan bayi batu. Fenomena ini terjadi setelah janin yang meninggal tak dikeluarkan dari rahim dan untuk menghindarkan tubuh ibu dari infeksi akibat busuknya organ sang janin, ia mengalami kalsifikasi atau berubah menjadi batu. Setelah 50 tahun mengandung, Zahra pun melahirkan bayi mumi.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here