Home Kisah Nyata Ya Allah, Niat Bahagia di Malam Pertama, Pria ini Justru Menangis Ungkap...

Ya Allah, Niat Bahagia di Malam Pertama, Pria ini Justru Menangis Ungkap Rahasia

104
0
SHARE

Menikah adalah urusan jangka panjang. Apalagi bagi sepasang pengantin, harusnya bisa berbahagia usai melangsungkan pernikahan.

Mereka menjadi raja dan ratu sehari. Tapi sayangnya, mempelai pria ini malah menangis di malam pertama. Usai melangsungkan pernikahan mewah dan begitu meriah, pria ini terduduk lesu dan menangis haru didepan guru mengajinya.

Berikut kisahnya dilansir dari Kisah Hikmah.

Siang itu pemuda bernama Abdul melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis cantik. Pernikahan itu berlangsung meriah dengan banyak tamu yang hadir.

Wajah istrinya berbinar dan tambah anggun bagai ratu sehari. Abdul juga demikian, tampak gagah dengan balutan pakaian pengantin yang membuatnya bertambah gagah.

Namun sayang, ketika jamuan telah usai di malam pengantin pria itu malah menangis. Disudut kamar, ia menangis bukan karena istrinya tak sesuai harapan. Ia hanya memikirkan ketika gengsinya harus dibayar mahal.

Saat malam pertama, saya menangis, kata pemuda itu membuka kisahnya pada kami. Situasi santai mendadak berubah mendengar kalimat itu.

Beberapa dari kami jadi tak sabar menanti kalimat selanjutnya. Kenapa seorang pengantin pria menangis pada malam yang semestinya membahagiakan.

Mengapa kamu menangis di saat bahagia seperti itu ? pertanyaan salah seseorang rekan mewakili ketidaksabaran kami. Aku menangis karena terbebani fikiran, bagaimana caranya mengembalikan hutang untuk resepsi siang tadi.

Pemuda itu kembali terdiam dan melanjutkan cerita mengenai resepsi pernikahannya yang menelan biaya sangat besar sementara kekuatan finansialnya terbatas. Keluarga terpaksa sekali berhutang.

Karena tuntutan sosial, gengsi atau keinginan supaya hari pernikahan menjadi peristiwa istimewa,saya terjebak pada sikap berlebihan saat resepsi pernikahan. Saya menyesal ucap pria itu yang membuat sang ustaz diam.

Dikatakan ustaz itu, ada pelajaran beharga yang dapat dipetik dari kisah Abdul. Menikah bukan saja soal bermegah dan terlihat mewah. Menikah adalah urusan jangka panjang, dengan tujuan bahagia dan mencari ridho Allah.

Berikut 8 Syarat Resepsi Nikah Dalam Islam

1. Luruskan Niat, Supaya Selamat

Hendaknya resepsi pernikahan diselenggarakan dengan niat yang benar yaitu mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

2. Membuat dan Menyediakan Hidangan Sesuai Kemampuan

Bersikap sederhana dalam mengadakan resepsi pernikahan akan menghindarkan umat Islam terjerat dari utang. Rasulullah pernah berkata kepada Abdurrahman bin Auf,

“Adakanlah walimah walaupun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud)

Seorang tuan rumah tidak perlu memberatkan diri di luar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan.

3. Mengundang Karib Kerabat, Tetangga dan Rekan-rekan, Baik dari Golongan Kaya Maupun Miskin

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah Nabi bersabda,

“Umumkan nikah.”

Pengumuman ini biasa dilakukan dengan cara resepsi pernikahan dan mengundang orang-orang terdekat untuk datang. Mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahmi.

4. Tidak Berlebihan

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-A’raaf,

“Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

5. Menyediakan Tempat Terpisah Bagi Tamu Laki-laki dan Perempuan

Hal ini untuk menghindari adanya ikhtilath, yaitu percampuran lawan jenis. Allah berfirman dalam QS. An-Nur: 30-31,

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.” Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)

6. Tidak Mengisi Acara Resepsi dengan Perkara Mungkar (Maksiat)

Jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya. Kamu tidak mau acara resepsi pernikahanmu sepi hadirin, bukan?

Kehadiran lagu-lagu dengan lirik tidak mendidik dapat melalaikan si pendengar dari dzikrullah.

Lebih parah lagi jika kehadiran mereka dapat membangkitkan syahwat para tamu undangan. Meski demikian, Islam memperbolehkan penggunaan alat-alat musik yang berupa rebana di resepsi pernikahan.

7. Sebaiknya Resepsi Pernikahan Diadakan Setelah Dukhul

Ulama antar-madzhab sepakat bahwa resepsi pernikahan disunnahkan diadakan setelah dukhul atau terjadinya hubungan intim antara suami-istri. Bukan sebelumnya seperti biasa terjadi di Indonesia.

Namun, seandainya diadakan sebelum dukhul, tetap dapat sunnahnya walimah. Jadi jika kamu mengadakan resepsi pernikahan tidak bersamaan dengan akad nikah, hal itu justru dianjurkan.

Tetapi ingat, jangan melakuakn resepsi pernikahan sebelum akad nikah ya.

8. Orang yang Diundang Wajib Mendatangi Undangan Pernikahan, Kecuali Udzur Syari

Wajib mendatangi undangan bagi yang orang diundang ke acara resepsi pernikahan. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here