Home Kisah Nyata Ya Allah, Suami Selingkuh, Anak Meninggal karena HIV, Kisah Wanita ini Benar-benar...

Ya Allah, Suami Selingkuh, Anak Meninggal karena HIV, Kisah Wanita ini Benar-benar Pilu

129
0
SHARE

Hati wanita ini hancur setelah mnendapati suaminya melakukan perbuatan zina dengan wanita lain. Namun ada hal lebih buruk saat bayi nya yang berusia delapan bulan terinfeksi HIV.

Dilansir dari Thereporter, Awalnya suami menolak mengaku. Tapi usai bayinya meninggal, maka sang suami mengungkapkan segala rahasianya. Sayang, semua telah terlambat, istri istri juga menyesal memberinya kesempatan kedua untuk suaminya yang akhirnya menyebabkan dia kehilangan anaknya dan terkena HIV.

Simak kisahnya dibawah ini yang dibagikan di grup facebook kisah rumah tangga, semoga jadi pembelajaran.

ASSALAMUALAIKUM.

Saya tergerak untuk berbagi kisah hidup saya. Mungkin alur cerita ini panjang tapi bacalah karena saya ingin berbagi cerita tentang penyakit HIV.

Nama saya Aina dan memiliki dua anak. Dia berumur enam tahun dan adik laki-lakinya berumur 11 bulan. Saya telah menceraikan suami saya setelah anak saya meninggal karena sakit yang diderita mantan suami saya bersama kami.

Sebelum berpisah, mantan suami saya menggugat percabulan dengan wanita lain saat anak saya baru berumur empat bulan. Saya memaafkan tindakan suami dengan alasan paling bodoh seperti wanita di luar sana, alasan anak masih belia dan tetap mencintai suaminya.

Suami saya berjanji untuk tidak mengulangi tindakannya lagi dan saya percaya pada janji bodohnya. Hidupku setelah itu baik-baik saja sampai anak laki-laki baru berumur enam bulan, ujian itu datang kepadaku. Tubuh Anak saa berkudis saya mengirimkannya ke klinik.

Tapi dokter mengatakan mungkin karena ruam dan anak itu menggoresnya menjadi kudis. Tapi seiring waktu kudis itu bernanah dan berbau.

Anak saya menderita demam berat dan diare yang cukup parah. Saya membawanya ke rumah sakit dan dokter memastikan anak saya terkena HIV. Hanya Tuhan yang tahu perasaanku saat itu.

Saya juga memeriksa diri sendiri dan secara klinis saya juga memiliki penyakit HIV. Dokter diberitahu, anak saya terkena penyakit itu dari saya melalui susu yang saya berikan.

Suami menuduh saya selingkuh dan menemukan penyakit itu sebagai akibat kecurangan. Suami juga marah karena dia juga terkena penyakit ini.

Tapi putriku Alhamdulillah tidak menderita penyakit seperti itu. Hari berlalu dan akhirnya anakku meninggal saat usianya delapan bulan.

Setelah penguburan putra bungsu saya, suami tersebut menangis dan meminta pengampunan untuk semangat muda. Dia berkata, “Permisi, papa, semuanya salah, jika Anda tidak berzina, papa Anda akan hidup lama.”

Setelah kita pulang ke rumah, saya yakin suami tersebut berzina dengannya. Sang suami mengaku masih berzina dengan wanita tersebut dan juga mengaku terkena penyakit tersebut dari sang wanita.

Saya pergi ke pengadilan untuk bercerai dan akhirnya kami bercerai. Sudah tiga bulan semangat anak laki-laki itu meninggalkanku dan mantan suamiku tanpa henti mengundangku untuk kembali dan ingin bersamaku sampai dia pergi selamanya.

Kadang saya tidak akan kembali ke penyebab kematian anak saya. Putriku diserahkan ke saudara perempuan karena saya khawatir jika dia terinfeksi HIV dari saya nanti.

Jika Anda bisa mengubah waktu, saya tidak akan memaafkan mantan suami saya dan meninggalkannya. Pasti anak saya masih hidup sampai sekarang.

Mantan suami melakukan perzinahan dengan orang yang sama dan mengaku menderita penyakit ini setelah dia sembuh untuk kedua kalinya.

Memaafkan mama, oh ibuku karena alasan bodoh bahwa mama masih mencintai papa dan si anak masih kehilangan mama kehilangan mama anak.

Jadikan wanita, pikirkan baik-baik sebelum menerima suami Anda yang telah melakukan perzinahan dan tidak menggunakan dalih yang masih mencintai suami dan anak-anak masih kecil jika Anda tidak ingin menerima takdir seperti saya..

Sebelum Anda menerima pasangan selingkuh Anda lagi, buatlah layar HIV seminggu sekali. Man tahu bahwa suami masih berzina dengan wanita lain.

Berdoalah agar saya kuat dalam kehidupan sekarang tanpa anak-anak di samping. Assalamualaikum.

Artikel Asli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here